Selasa, 27 Maret 2012

religi 9;Asmaul Husna

ALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa al-Asma al-Husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil. Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. (H.R. Bukhari dan Muslim) Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, ALLAH sendirilah yang menciptakannya. Dia-lah ALLAH yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr: 24) Sebutlah nama-nama ALLAH, dalam setiap zikir dan doa kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hâdi (Maha Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul. Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa, diterangkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran. Hanya milik ALLAH asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A’râf: 180) Asmaul Husna hanya milik ALLAH SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami, mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tsb dalam kehidupan sehari-hari. No Nama Arti Antara lain terdapat dalam 1 ar-Rahmaan Yang Maha Pemurah Al-Faatihah: 3 2 ar-Rahiim Yang Maha Pengasih Al-Faatihah: 3 3 al-Malik Maha Raja Al-Mu’minuun: 11 4 al-Qudduus Maha Suci Al-Jumu’ah: 1 5 as-Salaam Maha Sejahtera Al-Hasyr: 23 6 al-Mu’min Yang Maha Terpercaya Al-Hasyr: 23 7 al-Muhaimin Yang Maha Memelihara Al-Hasyr: 23 8 al-’Aziiz Yang Maha gagah Aali ‘Imran: 62 9 al-Jabbaar Yang Maha Perkasa Al-Hasyr: 23 10 al-Mutakabbir Yang Memiliki Kebesaran Al-Hasyr: 23 11 al-Khaaliq Yang Maha Pencipta Ar-Ra’d: 16 12 al-Baari’ Yang Mengadakan dari Tiada Al-Hasyr: 24 13 al-Mushawwir Yang Membuat Bentuk Al-Hasyr: 24 14 al-Ghaffaar Yang Maha Pengampun Al-Baqarah: 235 15 al-Qahhaar Yang Maha Perkasa Ar-Ra’d: 16 16 al-Wahhaab Yang Maha Pemberi Aali ‘Imran: 8 17 ar-Razzaq Yang Maha Pemberi Rezki Adz-Dzaariyaat: 58 18 al-Fattaah Yang Maha Membuka (Hati) Sabaa’: 26 19 al-’Aliim Yang Maha Mengetahui Al-Baqarah: 29 20 al-Qaabidh Yang Maha Pengendali Al-Baqarah: 245 21 al-Baasith Yang Maha Melapangkan Ar-Ra’d: 26 22 al-Khaafidh Yang Merendahkan Hadits at-Tirmizi 23 ar-Raafi’ Yang Meninggikan Al-An’aam: 83 24 al-Mu’izz Yang Maha Terhormat Aali ‘Imran: 26 25 al-Mudzdzill Yang Maha Menghinakan Aali ‘Imran: 26 26 as-Samii’ Yang Maha Mendengar Al-Israa’: 1 27 al-Bashiir Yang Maha Melihat Al-Hadiid: 4 28 al-Hakam Yang Memutuskan Hukum Al-Mu’min: 48 29 al-’Adl Yang Maha Adil Al-An’aam: 115 30 al-Lathiif Yang Maha Lembut Al-Mulk: 14 31 al-Khabiir Yang Maha Mengetahui Al-An’aam: 18 32 al-Haliim Yang Maha Penyantun Al-Baqarah: 235 33 al-’Azhiim Yang Maha Agung Asy-Syuura: 4 34 al-Ghafuur Yang Maha Pengampun Aali ‘Imran: 89 35 asy-Syakuur Yang Menerima Syukur Faathir: 30 36 al-’Aliyy Yang Maha Tinggi An-Nisaa’: 34 37 al-Kabiir Yang Maha Besar Ar-Ra’d: 9 38 al-Hafiizh Yang Maha Penjaga Huud: 57 39 al-Muqiit Yang Maha Pemelihara An-Nisaa’: 85 40 al-Hasiib Yang Maha Pembuat Perhitungan An-Nisaa’: 6 41 al-Jaliil Yang Maha Luhur Ar-Rahmaan: 27 42 al-Kariim Yang Maha Mulia An-Naml: 40 43 ar-Raqiib Yang Maha Mengawasi Al-Ahzaab: 52 44 al-Mujiib Yang Maha Mengabulkan Huud: 61 45 al-Waasi’ Yang Maha Luas Al-Baqarah: 268 46 al-Hakiim Yang Maha Bijaksana Al-An’aam: 18 47 al-Waduud Yang Maha Mengasihi Al-Buruuj: 14 48 al-Majiid Yang Maha Mulia Al-Buruuj: 15 49 al-Baa’its Yang Membangkitkan Yaasiin: 52 50 asy-Syahiid Yang Maha Menyaksikan Al-Maaidah: 117 51 al-Haqq Yang Maha Benar Thaahaa: 114 52 al-Wakiil Yang Maha Pemelihara Al-An’aam: 102 53 al-Qawiyy Yang Maha Kuat Al-Anfaal: 52 54 al-Matiin Yang Maha Kokoh Adz-Dzaariyaat: 58 55 al-Waliyy Yang Maha Melindungi An-Nisaa’: 45 56 al-Hamiid Yang Maha Terpuji An-Nisaa’: 131 57 al-Muhshi Yang Maha Menghitung Maryam: 94 58 al-Mubdi’ Yang Maha Memulai Al-Buruuj: 13 59 al-Mu’id Yang Maha Mengembalikan Ar-Ruum: 27 60 al-Muhyi Yang Maha Menghidupkan Ar-Ruum: 50 61 al-Mumiit Yang Maha Mematikan Al-Mu’min: 68 62 al-Hayy Yang Maha Hidup Thaahaa: 111 63 al-Qayyuum Yang Maha Mandiri Thaahaa: 11 64 al-Waajid Yang Maha Menemukan Adh-Dhuhaa: 6-8 65 al-Maajid Yang Maha Mulia Huud: 73 66 al-Waahid Yang Maha Tunggal Al-Baqarah: 133 67 al-Ahad Yang Maha Esa Al-Ikhlaas: 1 68 ash-Shamad Yang Maha Dibutuhkan Al-Ikhlaas: 2 69 al-Qaadir Yang Maha Kuat Al-Baqarah: 20 70 al-Muqtadir Yang Maha Berkuasa Al-Qamar: 42 71 al-Muqqadim Yang Maha Mendahulukan Qaaf: 28 72 al-Mu’akhkhir Yang Maha Mengakhirkan Ibraahiim: 42 73 al-Awwal Yang Maha Permulaan Al-Hadiid: 3 74 al-Aakhir Yang Maha Akhir Al-Hadiid: 3 75 azh-Zhaahir Yang Maha Nyata Al-Hadiid: 3 76 al-Baathin Yang Maha Gaib Al-Hadiid: 3 77 al-Waalii Yang Maha Memerintah Ar-Ra’d: 11 78 al-Muta’aalii Yang Maha Tinggi Ar-Ra’d: 9 79 al-Barr Yang Maha Dermawan Ath-Thuur: 28 80 at-Tawwaab Yang Maha Penerima Taubat An-Nisaa’: 16 81 al-Muntaqim Yang Maha Penyiksa As-Sajdah: 22 82 al-’Afuww Yang Maha Pemaaf An-Nisaa’: 99 83 ar-Ra’uuf Yang Maha Pengasih Al-Baqarah: 207 84 Maalik al-Mulk Yang Mempunyai Kerajaan Aali ‘Imran: 26 85 Zuljalaal wa al-’Ikraam Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan Ar-Rahmaan: 27 86 al-Muqsith Yang Maha Adil An-Nuur: 47 87 al-Jaami’ Yang Maha Pengumpul Sabaa’: 26 88 al-Ghaniyy Yang Maha Kaya Al-Baqarah: 267 89 al-Mughnii Yang Maha Mencukupi An-Najm: 48 90 al-Maani’ Yang Maha Mencegah Hadits at-Tirmizi 91 adh-Dhaarr Yang Maha Pemberi Derita Al-An’aam: 17 92 an-Naafi’ Yang Maha Pemberi Manfaat Al-Fath: 11 93 an-Nuur Yang Maha Bercahaya An-Nuur: 35 94 al-Haadii Yang Maha Pemberi Petunjuk Al-Hajj: 54 95 al-Badii’ Yang Maha Pencipta Al-Baqarah: 117 96 al-Baaqii Yang Maha Kekal Thaahaa: 73 97 al-Waarits Yang Maha Mewarisi Al-Hijr: 23 98 ar-Rasyiid Yang Maha Pandai Al-Jin: 10 99 ash-Shabuur Yang Maha Sabar Hadits at-Tirmizi Share this: * Email * Print * Facebook59 * Twitter2 * StumbleUpon * Digg * Reddit * Like this: Like Be the first to like this post.

religi 10;Pameran Wisata Religi Indonesia 2012

Beranda » Jadwal Kegiatan » Pameran Wisata Religi Indonesia 2012 Pameran Wisata Religi Indonesia 2012 Mulai: 3 Feb 2012 Hingga: 5 Feb 2012 viewer 915 Indonesia merupakan salah satu negara dengan keragaman agama yang hidup saling berdampingan secara harmonis. Sehubungan dengan perintah agama maupun kesadaraan pribadi, banyak dari pemeluk suatu agama melakukan perjalanan religi atau wisata religi baik di dalam negeri atau ke luar negeri. Untuk itulah, dihelat pameran travel berbasis wisata religi pertama di Indonesia, yaitu Pameran Wisata Religi Indonesia. Pameran ini diperuntukan bagi 6 agama terbesar yang ada di Indonesia. Acara akan berlangsung di Exhibition Center Grand Indonesia Shopping Town, East Mall, Ground Level, Jakarta pada 3-5 Februari 2012 mulai pukul 10.00-21.00 WIB. Tahun lalu pameran ini berhasil mendatangkan 5000 pengunjung dengan total transaksi sebesar 10 miliar. Tahun ini acaranya selain akan diisi dengan pameran, ada juga hiburan, talk show, product launching, dan product presentation. Pameran ini akan dimanfaatkan sebagai media promosi media cetak, public relation, guerilla marketing seperti milis, viral invitation, Facebook, Twitter, SMS, special invitation. Dalam pameran yang rencananya dibuka oleh Meteri Agama Indonesia ini, masyarakat dapat membeli paket wisata religi domestik dan internasional dengan harga dan penawaran khusus. Tidak hanya itu, Anda juga akan ada juga kemudahan pembayaran dalam setiap wisata religi yang ditawarkan baik dalam dan luar negeri. Pameran Wisata Religi Indonesia 2012 dihelat dengan tujuan melanjutkan perhelatan sebelumnya yang membawa seluruh pemangku industri pariwisata religi di seluruh Indonesia. Pameran ini didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Agama, Dinas Pariwisata Jakarta, Pacific Asia Travel Agent (PATA), ASEAN Travel Association (ASENTA), Association Travel Agent Indonesia (ASITA), Indonesia Hotel and Restaurant Indonesia (PHRI), Indonesia National Airlines Association (INACA), Indonesia Exhibition Companies Association (ASPERAPI), Komunitas Penyelenggara Wisata Muslim (KPWM), PARISHADA, KWI, PGI, EKAYANA, DHARMACAKKA, MATAKIN, Forum Kerukunan Umat Beragama. Mr. Ari Darmawan Project Manager [p]+62 856 9559 3070 Telp. +62 21 86906471 ext 122 Email. ari@rajamice.com Jakarta Office: Ruko Permata No. 7E , Lt.2, Jl. Curug Raya Kalimalang, Jatiwaringin, Jakarta Timur 17411 - Indonesia Telp. (+6221) 709 08871; (+6221) 92821263 Fax. (+6221) 8690 5677 Bali Office: Jl. Banda No.21 Denpasar, Bali 80113 - Indonesia Telp. (+62 361) 225530; +62 8170084119; +62 81338371909 Untuk informasi lebih lanjut silakan lihat laman berikut:. http://www.pameranwisatareligi.com/ Tempat Tujuan Wisata Terkait

flora 1;Danau Prioritas Danau Indonesia Paling Rusak Parah

Danau prioritas dan danau Indonesia yang mengalami kerusakan paling parah di Indonesia adalah 15 danau di Indonesia yang ditetapkan menjadi danau prioritas periode 2010-2014. Ke-15 danau tersebut dipilih Konferensi Nasional Danau Indonesia II (KNDI II) berdasarkan parahnya tingkat kerusakan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Konferensi Nasional Danau Indonesia II (KNDI II) yang kemudian menetapkan 15 danau prioritas periode 2010-2014 berdasarkan parahnya tingkat kerusakan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat dilaksanakan di Semarang, 13-14 Oktober 2011. Berikut adalah daftar 15 danau yang ditetapkan sebagai danau prioritas 2010-2014 berdasarkan parahnya tingkat kerusakan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. * Danau Toba (Sumatera Utara) Danau Toba merupakan danau vulkanik yang terbentuk dari kaldera akibat letusan gunung api Toba sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu. Danau Toba berukuran panjang 100 km dan lebar 30 km. * Danau Maninjau (Suamtera Barat) Danau Maninjau yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat ini merupakan danau vulkanik yang terbentuk akibat letusan gunung Sitinjau. Danau ini berada di ketinggian 461,50 meter dpl dengan luas sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. * Danau Singkarak (Sumatera Barat) Danau Singkarak terletak di Kabupaten Solok dan kabupaten Tanah Datar. Luasnya 107,8 km² dengan panjang maksimum 20 km dan lebar 6,5 km dan kedalaman 268 m sehingga merupakan danau terluas kedua di Sumatera setelah danau Toba. * Danau Kerinci (Jambi) Danau Kerinci terletak di kabupaten Kerinci, Jambi. Luasnya 4.200 ha dengan kedalaman mencapai 110 m dan berada di ketinggian 783 m dpl. * Rawa Danau (Banten) Rawa Danau terletak di kabupaten Serang, Banten. Danau yang biasa disebut juga sebagai Ranca Danau ini mempunyai panjang 10 km. Danau Rawapening dipenuhi eceng gondok Danau Rawapening yang dipenuhi eceng gondok * Danau Rawapening (Jawa Tengah) Danau Rawapening terdapat di kabupaten Semarang, Jawa Tengah dengan luas mencapai luas 2.670 ha. Kini danau Rawapening mengalami kerusakan parah akibat ditutupi tumbuhan air eceng gondok hingga mencapai 70 persen. * Danau Batur (Bali) Danau Batur terletak di kabupaten Bangli, Bali merupakan danau kaldera dari Gunung Batur yang masih aktif. Berada di ketinggian 1.080 m dpl, danau Batur memiliki luas 16,05 Km2 dan kedalamannya mencapai 60 m. * Danau Tempe (Sulawesi Selatan) Danau Tempe berada di kecamatan Tempe, kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Luasnya sekitar 13.000 ha. * Danau Matano (Sulawesi Selatan) Danau Matano berada di kabupaten Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Merupakan danau terdalam di Indonesia dengan kedalaman mencapai 600 meter dengan luas sekitar 130 km2. * Danau Poso (Sulawesi Tengah) Danau Poso terletak di kabupate Poso, Sulawesi Tengah. Merupakan danau terbesar ketiga di Indonesia dengan panjang 32 km dan lebar 16 km dan berada di ketinggian 657 m dpl. * Danau Tondano (Sulawesi Utara) Terletak di kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Luas danau ini mencapai 4.278 ha. Sayangnya, akibat kerusakan ekosistem dan lingkungan, danau ini mengalami pendangkalan yang hebat. Dari kedalaman yang mencapai 40 meter pada tahun 1934, pada tahun 2010 kedalamannya ‘tersisa’ 12 meter saja. * Danau Limboto (Gorontalo) Danau Limboto terletak di Kecamatan Limboto, Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Danau Limboto mengalami kerusakan dan terancam lenyap akibat pendangkalan. Pada tahun 1932 luasnya mencapai 7.000 ha dengan kedalaman 14 meter. Namun pada tahun 2011, luasnya hanya tersisa 3.000 ha dengan kedalaman 3-4 meter saja. * Danau Sentarum (Kalimantan Barat) Danau Sentarum berada di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Danau Sentarum merupakan danau musiman yang akan terisi air pada musim penghujan dengan ketinggian air mencapai 14 meter, namun pada musim kemarau berubah menjadi lahan kering yang dihiasi ratusan kolam ikan dan sejumlah sungai kecil. Danau Sentarum dijadikan kawasan konservasi dengan nama Taman Nasional Danau Sentarum yang memiliki luas 132.000 ha (89.000 ha hutan rawa tergenang dan 43.000 ha daratan). * Danau Cascade Mahakam atau Danau Semayang, Melintang, dan Jempang (Kalimantan Timur) Danau Cascade Mahakam merupakan beberapa danau yang berada di aliran sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Danau-danau itu meliputi danau Semayang (13.000 ha) di Kabupaten Kutai Kartanegara, danau Melintang (11.000 ha), dan danau Jempang (15.000 ha) di kabupaten Kutai Barat. Uniknya danau Melintang dan Semayang ini akan menyatu saat arus air Sungai Mahakam turun. Tapi saat air sungai Mahakam naik di waktu malam hari, dua danau ini terpisah. * Danau Sentani (Papua) Danau Sentani berada di kabupaten Jayapura, Papua. Luasnya sekitar 9.360 ha dan berada diketinggian 75 m dpl. Danau ini merupakan bagian dari Cagar Alam Cycloops. Konferensi yang telah menyepakati 15 danau menjadi danau prioritas periode 2010-2014, yang dipilih berdasarkan parahnya tingkat kerusakan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat ini merupakan kelanjutan dari Konferensi Nasional Danau Indonesia I. KNDI I sendiri menghasilkan kesepakan Bali yang ditandatangani oleh sembilan menteri terkait yaitu Menteri Negara Lingkungan Hidup, Menteri Pertanian, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kehutanan, Menteri Kebudayaan dan Pariswisata, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Kelautan dan Perikanan dan Menteri Negara Riset dan Teknologi. Danau mempunyai peran penting baik secara ekonomi, pariwisata, maupun ekologis.

flora 2;Gunung Muria; Sejarah, Status, dan Potensi

Gunung Muria merupakan salah satu gunung di Jawa Tengah, Indonesia. Gunung Muria pun menjadi salah satu gunung yang paling sering saya kunjungi. Terletak di wilayah kabupaten Kudus, Pati dan Jepara, gunung Muria yang berketinggian 1.602 meter dpl, menjadi gunung yang tidak terpisahkan dari sejarah penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Di sinilah, Sunan Muria, salah satu Wali Sanga, dimakamkan. Tulisan ini sekedar sharing tentang sejarah, status, dan potensi gunung Muria. Meskipun bukanlah ahli gunung ataupun pakar geologi, namun melihat minimnya data dan tulisan tentang gunung Muria, sebagai orang yang beberapa kali menjejakkan kaki di sana, Alamendah tergerak untuk menulis ini. Gunung Muria Gunung Muria tampak dari arah timur (Pati) Sejarah dan Status Gunung Muria. Tidak banyak yang bisa diketahui tentang sejarah gunung Muria. Diperkirakan gunung Muria berusia tidak terlalu tua dibandingkan gunung-gunung lainnya. Gunung ini baru terbentuk sekitar 1 juta hingga 10.000 tahun sebelum Masehi. Masih menurut perkiraan beberapa ahli, gunung Muria pun dulunya merupakan sebuah pulau vulkanik yang terpisah dari daratan pulau Jawa. Dalam kurun 500 – 1000 tahun terakhir, pulau Muria ini kemudian menyatu dengan pulau Jawa akibat sedimentasi dan subduksi lempeng. Dugaan ini diperkuat catatan HJ De Graaf dan Th G Pigeaud (Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram; Grafiti Pers, 1985) yang mengisahkan jalur perdagangan pada masa lalu yang dilakukan dari Semarang – Demak langsung menuju Rembang dengan melalui selat sempit diantara Jawa Tengah dan pulau Muria. Pulau Gunung Muria Perkiraan kondisi pulau Muria sebelum menyatu dengan pulau Jawa Seperti sejarahnya, status gunung Muria pun masih sering diperdebatkan para ahli. Meskipun tidak tergolong sebagai gunung api aktif, namun banyak ahli yang tidak berani menyebutnya gunung api mati (extict). Karenanya banyak ahli memilih menganggapnya sebagai gunung api ‘tidur’ (dormant). Prihadi et al (2005), Geologi ITB dan kawan-kawannya dari BATAN dalam “Volcanic Hazard Analysis for Proposed Nuclear Power Plant Siting in Central Java, Indonesia” menyimpulkan bahwa Gunung Muria sebagai non-capable volcano for magmatic eruption in the near future. “Dalam waktu dekat tidak akan meletus”. Diperkirakan, terakhir kali gunung Muria meletus antara tahun 300 Masehi – 160 Sebelum Masehi. Potensi Gunung Muria. Yang paling dikenal dari gunung Muria adalah keberadaan obyek wisata religi di kecamatan Dawe, Kudus, di mana terdapat makam Sunan Muria. Sunan Muria merupakan salah satu dari Wali Sanga, Sembilan Wali penyiar agama islam di Jawa. Pun yang tidak kalah terkenalnya adalah rencana pemerintah untuk mendirikan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di lereng gunung Muria di kawasan Jepara yang kemudian mendapatkan penolakan dari berbagai kalangan. Peta Gunung Muria Peta Gunung Muria dari Google Maps Selain itu masih terdapat berbagai obyek yang sangat menarik di gunung Muria. Beberapa obyerk itu di antaranya adalah: * Air Terjun Montel (Dawe, Kudus; dekat komplek Makam Sunan Muria). * Air Tiga Rasa (Rejenu, Dawe, Kudus); Tiga sumber mata air dengan rasa berlainan yang salah satunya seperti rasa sprite. Konon berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. * Air Terjun Ginggomino (Rejenu, Dawe, Kudus; dekat Air Tiga Rasa) * Situs Makam Syeh Sadzali (Rejenu, Dawe, Kudus; satu komplek dengan Air Tiga Rasa) * Puncak Argowiloso (Dawe, Kudus; salah satu puncak tertinggi di gunung Muria) * Puncak Songlikur atau Saptorenggo (Gebog, Kudus); Merupakan puncak tertinggi di Gunung Muria dengan situs kuno di atasnya yang kerap didatangi peziarah utamanya pada malam tahun baru Jawa. * Puncak Argojembangan (Salah satu puncak tertinggi di gunung Muria) * Situs Abiyoso (Gebog, Kudus); Situs makam Eyang Abiyoso yang kerap didatangi peziarah utamanya pada malam tahun baru Jawa. * Air Terjun Santi (Tlogowungu, Pati) * Air Terjun Grenjengan Sewu (Gunungwungkal, Pati) * Waduk Gunung Rowo (Gembong, Pati) * Waduk Seloromo (Gembong, Pati) * Perkebunan Kopi dan Bumi Perkemahan Jolong (Gembong, Pati) * Air Terjun Songgo Langit (Kembang, Jepara) * Air Terjun Jurang Nganten (Pakis Aji, Jepara) Terakhir, semoga tulisan tentang gunung Muria ini sedikit menambah pemahaman kita semua. Tentunya akan sangat membantu jika para pakar bersedia memberikan koreksi. Referensi dan Gambar: * id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Muria * www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=3914 * Gambar: Foto Pribadi, Google Maps Baca artikel tentang Indonesia dan lingkungan hidup lainnya: * Rekreasi atau Uji Nyali (Sebuah Foto di Air Terjun Montel) * Air Terjun Santi nan Perawan * Air Tiga Rasa di Rejenu * Malam Satu Sura Di Puncak Abiyoso * Pantai Manalusu * Gunung Api Purba Nglanggeran Yogya Calon Geopark? * Tips Mendaki Gunung untuk Pendaki Pemula * Emisi Karbon Manusia Vs Gunung Berapi * Pulau Dana Paling Selatan Indonesia * Pulau Peucang

flora 3;Energi Terbarukan di Indonesia

Energi terbarukan di Indonesia, sebuah ironi. Di satu sisi Indonesia merupakan negara dengan potensi melimpah akan sumber energi terbarukan semisal tenaga matahari (surya), angin, dan panas bumi (geothermal). Sayangnya pemerintah Indonesia belum memanfaatkan secara maksimal sumber energi terbarukan yang melimpah tersebut dan masih bergantung pada energi berbahan fosil. Padahal pemanfaatan energi terbarukan yang maksimal bisa menjadi solusi krisis energi yang terjadi di Indonesia. Energi terbarukan diyakini juga lebih bersih (ramah lingkungan), aman, dan terjangkau masyarakat. Energi terbarukan merupakan energi yang dihasilkan dari sumberdaya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Macam sumber energi terbarukan seperti panas bumi, biofuel, panas surya (matahari), angin, biogas, ombak laut, dan suhu kedalaman laut. Panel surya Baru Lima Persen. Saat ini, menurut Greenpeace, Pemerintah Indonesia baru memanfaatkan energi terbarukan sekitar lima persen dari total listrik yang digunakan di Indonesia. Selebihnya, masih bergantung pada energi yang bersumber dari minyak, batu bara, dan gas bumi. Kebijakan pemerintah Indonesia pun masih kurang mendukung pemanfaatan sumber energi terbarukan. Salah satu indikasinya bisa dilihat dari Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Bab II Pasal 2 Peraturan Pemerintah tersebut, target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 meliputi: * Minyak bumi kurang dari 20% * Gas bumi lebih dari 30% * Batubara lebih dari 33% * Biofuel lebih dari 5% * Panas bumi lebih dari 5% * Energi baru dan terbarukan lainnya, khususnya, Biomasa, Nuklir, Tenaga Air Skala Kecil, Tenaga Surya, dan Tenaga Angin lebih dari 5% * Bahan bakar lain yang berasal dari pencairan batubara lebih dari 2% Dari target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional ini bisa disimak bahwa target pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia pada tahun 2025 hanya sekitar 15 % dan selebihnya masih tergantung pada penggunaan energi berbahan fosil. Dari target pemanfaatan energi terbarukan yang mencapai 15% pada tahun 2025 itupun masih dibayang-bayangi pesimistis. Salah satunya diungkap langsung oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kardaya Warnika dalam acara diskusi METI di Kantor PLN Pusat, Jakarta (25/1/2012). Padahal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 16 januari 2012 silam mentargetkat pada 2030, semua orang di dunia sudah menggunakan energi dari sumber-sumber terbarukan. Dan untuk mengkampanyekan hal tersebut PBB menetapkan tahun 2012 sebagai Tahun Internasional Energi Terbarukan. Mungkin karena itu pula, kampanye PBB tentang Tahun Internasional Energi Terbarukan gaungnya nyaris tak terdengar di Indonesia. Referensi dan gambar: * alamendah.wordpress.com/2012/01/20/2012-adalah-tahun-internasional-energi-terbarukan * nationalgeographic.co.id/lihat/berita/1983/pemanfaatan-energi-terbarukan-di-indonesia-baru-lima-persen * Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional * economy.okezone.com/read/2012/01/25/19/563059/pemerintah-pesimistis-target-energi-terbarukan-tercapai Baca artikel tentang lingkungan hidup dan Indonesia lainnya: * 2012 Adalah Tahun Internasional Energi Terbarukan * Hemat Listrik Saat Menggunakan Komputer * Tips Hemat Menggunakan AC (Air Conditioner) * Tips Sederhana Hemat Bahan Bakar

flora 4;Tumbuhan Sarang Semut dengan Simbiosis yang Unik Posted on 15 November 2011 by alamendah

Pada tumbuhan sarang semut dapat disaksikan simbiosis yang unik, tumbuhan sarang semut (Myrmecodia spp. Dan Hydnophytum spp.) selain bersimbiosis dengan pohon inang sebagai tempat tumbuh, pohon sarang semut juga menciptakan labirin di dalam batangnya yang menjadi sarang dan tempat hidup bagi semut. Selain unik dengan simbiosis yang terjadi, pohon sarang semut (terutama dari genus Myrmecodia), batangnya yang membesar menyerupai umbi ternyata menjadi salah satu obat herbal yang ampuh. ‘Umbi’ tumbuhan sarang semut sangat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit secara alami dan aman. Sarang semut merupakan kumpulan tumbuhan epifit (menumpang hidup di pohon lain, seperti anggrek) dari genus Myrmecodia dan Hydnophytum. Terkadang disebut juga sebagai benalu hutan, meskipun sejatinya tumbuhan ini bukanlah benalu yang bersifat parasit. Dalam bahasa Inggris tumbuhan ini dikenal sebagai ‘ant plant’. Hydnophytum sendiri berasal dari bahasa Yunani ‘hydnon’ yang berarti ‘umbi’ dan ‘phyton’ yang berarti ‘tanaman’. Sedang Myrmecodia berasal dari kata ‘myrmekodes’ yang mempunyai arti ‘seperti semut’ atau ‘penuh semut’. Sarang semut (Myrmecodia tuberosa) Tumbuhan Sarang semut dari jenis Myrmecodia tuberosa Di Papua sarang semut sering disebut sebagai ‘Nongon’. Di Jawa dikenal sebagai ‘urek-urek polo’. Sedangkan di Sumatera dikenal sebagai ‘kepala beruk’ dan ‘rumah semut’. Mengenal Sarang Semut. Tumbuh di wilayah Asia Tenggara hingga kawasan Pasifik seperti Kepulauan Solomon, tumbuhan sarang semut memiliki puluhan spesies. Sarang semut dari genus Hydnophytum saja memiliki sekitar 55 spesies, sedangkan dari genus Myrmecodia terdiri atas sekitar 26 spesies. Indonesia, terutama pulau Papua, menjadi daerah dengan jumlah spesies sarang semut terbanyak. Habitat tanaman sarang semut mulai dataran rendah di tepi pantai hingga pada ketinggian 2.400 meter dpl. Di Indonesia sendiri dapat ditemukan mulai dari pulau Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Secara umum, fisik tumbuhan sarang semut mempunyai panjang sekitar 50 cm dengan akar yang menempel pada pohon inang. Batang tanaman sarang semut berwarna coklat hingga keabu-abuan, menggelembung sehingga menyerupai umbi dengan diameter mencapai 30 cm. Bagian dalam batang berbentuk rongga bersekat-sekat, menyerupai labirin dan biasa dijadikan tempat tinggal koloni semut. Batang yang menyerupai umbi ini terkadang menempel pada tumbuhan inang, kadang menggantung. Beberapa jenis ‘umbi’nya berduri sedangkan jenis lainnya tidak berduri. Sarang semut memiliki daun tunggal, berwarna hijau, berbentuk jorong (pangkal tumbul dan ujung meruncing), bertangkai, tersusun menyebar namun lebih banyak terkumpul di ujung batang, tepi rata, permukaan daun halus, tulang daun berwarna putih. Bungasarang semut berwarna putih sedangkan buahnya berbentuk beri, bulat, dan berwarna orange. sarang semut Rongga-rongga di dalam batang sarang semut Simbiosis dalam Sarang Semut. Sebagai tumbuhan empifit, sarang semut bersimbiosis dengan tanaman lain sebagai tempat tumbuh (inang). Sarang semut tumbuh menempel pada beberapa jenis pohon seperti kayu putih (Melaleuca leucadendra), cemara gunung (Casuarina junghuniana), kaha, dan pohon beech (Fagus spp.). Namun sarang semut bukanlah parasit, tumbuhan inang hanya menjadi tempat tumbuh saja. Tumbuhan sarang semut juga bersimbosis dengan semut (terutama semut dari genus Iridomyrmex dan Ochetellus). Batang tanaman ini menggelembung menyerupai umbi dengan rongga-rongga yang terdapat di dalamnya. Rongga-rongga di ‘umbi’ sarang semut yang menyerupai labirin ini yang kemudian menjadi tempat hidup dan bersarangnya semut. Selain rongga-rongga tersebut mampu menstabilkan suhu dan kelembapan sehingga menjadi sarang yang nyaman bagi koloni semut, tumbuhan ini pun memproduksi glukosa (gula) yang menarik minat kedatangan semut sekaligus menjadi makanan semut. Koloni semut yang tinggal di dalam bonggol atau ‘umbi’ tumbuhan sarang semut menghasilkan kotoran yang kemudian diserap oleh tanaman ini sebagai nutrisi. Serangkaian simbiosis yang terjadi memang unik. Pohon inang memberikan tempat bagi tumbuhan sarang semut untuk tumbuh. Kemudian sarang semut membuatkan tempat tinggal dan makanan bagi koloni semut. Dan semut pun meninggalkan kotoran sebagai makanan (nutrisi) bagi tumbuhan sarang semut. Selain nutrisi, koloni semut juga memberikan pertahan dan perlindungan bagi tumbuhan empifit ini. Khasiat Sarang Semut sebagai Obat Herbal. Spesies sarang semut yang biasa digunakan sebagai obat herbal adalah Hydnophytum formicarum, Myrmecodia tuberosa, dan Myrmecodia pendens (banyak yang salah menulisnya Myrmecodia pendans). Secara tradisonal, berbagai masyarakat telah mengenal khasiat tumbuhan ini. Pun, lewat uji klinis, ‘umbi’ sarang semut mengandung flavonoid, tanin, antioksidan tokoferol (vitamin E) dan beberapa mineral penting untuk tubuh seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor dan magnesium. Kandungan flavonoid menjadikan tumbuhan sarang semut mempunyai khasiat dalam mengobati berbagai penyakit seperti kanker, tumor, asma, TBC, rematik, kataraks, diabetes, migren, wasir, dan periodontitis. Sedangkan tanin berkhasiat untuk diare, hemostatik (menghentikan perdarahan), dan wasir. Saat ini telah banyak obat-obatan yang diproduksi dari ekstak tumbuhan sarang semut dengan berbagai bentuk dan khasiat yang ditawarkan. Selain itu, tanaman unik ini juga mulai banyak dibudidayakan terutama sebagai tanaman hias. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Famili: Rubiaceae; Genus: Myrmecodia dan Hydnophytum; Spesies: diantaranya Hydnophytum formicarum Jack, Myrmecodia tuberosa Jack, dan Myrmecodia pendens Merr. & L.M.Perry. Referensi dan sumber gambar: * www.plantamor.com/index.php?plant=884 * en.wikipedia.org/wiki/Myrmecodia * en.wikipedia.org/wiki/Hydnophytum * sarang-semut.co.id/artikel.html * www.theplantlist.org/tpl/search?q=Myrmecodia * www.theplantlist.org/tpl/search?q=Hydnophytum * gambar: Baca artikel tentang tumbuhan dan tanaman Indonesia lainnya: * Kantong Semar Tanaman Karnivora * Gambar Nepenthes (Kantong Semar) Papua * Ara Pencekik Menumpang untuk Membunuh * Bunga Tetepok (Nymphoides indica) Sang Water Snowflake * Daftar Tumbuhan Endemik Indonesia * Mengkudu (Pace) Tak Seksi Tapi Sejuta Khasiat * Kecubung Punya Khasiat Obat Bisa Jadi Racun * Pohon dan Buah Ceremai dan Aneka Manfaat * Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Kaya Khasiat * Ceplukan (Physalis angulata) yang Kaya Manfaat * Tuba, Tumbuhan Peracun Ikan dan Serangga * Buah Kepel (Stelechocarpus burahol) Kegemaran Putri Keraton

flora 5;Jumlah Spesies Tumbuhan (Flora) di Indonesia

Jumlah spesies tumbuhan atau flora di Indonesia amatlah banyak. Sebagai negara negara megadiversity, kekayaan jumlah spesies flora (tumbuhan) Indonesia tidak perlu diragukan. Diperkirakan di seluruh dunia terdapat 2 jutaan spesies tumbuhan yang telah dikenali dan 60 % dari jumlah tersebut terdapat di Indonesia. Namun jumlah pasti berapa banyak tumbuhan di Indonesia hingga kini belum dapat ditentukan. Menurut Mustaid Siregar, Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan LIPI, meskipun Indonesia kaya akan keragaman flora, namun, saat ini baru ada 8.000 jenis yang sudah teridentifikasi. Jumlah tersebut diperkirakan baru 20 persen dari jumlah flora yang ada di Indonesia. Padahal Indonesia tercatat sebagai negara dengan keanekaragam hayati tertinggi di dunia, termasuk dalam jumlah spesies tumbuhan. Beberapa fakta yang bisa saya sajikan di antaranya adalah: * 25% dari jumlah spesies tumbuhan berbunga yang ada di dunia terdapat di Indonesia. Jumlah ini setara dengan 20.000 spesies. Dan sekitar 40% di antaranya merupakan tumbuhan endemik atau asli Indonesia. * Indonesia memiliki sekitar 4.000 spesies Orchidaceae (anggrek-anggrekan). * Jumlah jenis tumbuhan berkayu dari famili Dipterocarpacea di Indonesia mencapai 386 spesies. * Jumlah jenis tumbuhan berkayu dari famili Myrtaceae (Eugenia) dan Moraceae (Ficus) mencapai 500 spesies. * Jumlah jenis tumbuhan berkayu dari famili Ericaceae mencapai 737 spesies. * Indonesia memiliki lebih dari 4.000 spesies paku-pakuan. * Jumlah jenis rotan di Indonesia mencapai 332 spesies. * Dari 1.200 spesies bambu yang tumbuh di bumi, 122 spesies di antaranya tumbuh di Indonesia. * Jumlah spesies pohon meranti (Dipterocarpaceae) di Indonesia terbanyak di dunia dengan ebih dari 400 spesies. Pohon Kapur, salah satu pohon langka Indonesia Tidak sedikit dari jumlah tumbuhan (flora) di Indonesia tersebut merupakan tumbuhan endemik Indonesia yang tidak dapat ditemukan di negara lain. Baca; Daftar Flora Endemik Indonesia; Daftar Tumbuhan Endemik Indonesia; dan Daftar Tanaman Endemik Indonesia. Baru 20% yang teridentifikasi. Sayangnya meskipun Indonesia sangat kaya dengan ragam jenis tumbuhan, namun jumlah spesies yang telah dikenali dan teridentifikasi baru sekitar 20% saja. Ini artinya, masih terdapat 80-an persen jenis tumbuhan di Indonesia yang belum teridentifikasi. Lantaran banyaknnya jenis tumbuhan Indonesia yang belum teridentifikasi menjadikan langkah konservasi terhadap berbagai jenis tumbuhan terasa kurang maksimal. Bahkan pemerintah hanya mampu menyebutkan 58 spesies tumbuhan saja dalam daftar tumbuhan yang dilindungi dalam Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999. Padahal berdasarkan data IUCN Redlist, Indonesia memiliki sedikitnya 397 spesies tumbuhan yang terancam punah. Jumlah tumbuhan Indonesia yang terancam punah tersebut tergolongkan dalam 2 spesies dengan status Extinct In the Wild (Punah di Alam Liar), 115 jenis dengan status Critically Endangered (Kritis), 74 jenis tumbuhan berstatus Endangered (Terancam), dan 206 spesies tumbuhan dengan status Vulnerable (Rentan). Baca; Tanaman (Tumbuhan) Langka Indonesia yang Terancam Punah. Kenyataan tentang jumlah spesies tumbuhan (flora) di Indonesia yang amat besar namun baru 20% saja yang telah teridentifikasi padahal memiliki tingkat keterancaman akan kepunahan yang tinggi seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk menggalakkan berbagai usaha penelitian dan konservasi flora Indonesia. Peran Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang salah satunya sebagai pemegang kewenangan ilmiah dalam keanekaragaman hayati di Indonesia tampaknya perlu semakin ditingkatkan. Termasuk pemanfaatan dan penambahan jumlah Kebun Raya sebagai area khusus untuk mempermudah pelaksanaan berbagai penelitian dan konservasi tumbuhan. Harapan kita semua sama; jangan sampai kita kehilangan berbagai spesies tumbuhan kita, apalagi tumbuhan-tumbuhan yang belum sempat kita kenali. Referensi dan gambar: